2008-01-16

Tips Menghadapi Klien



Ada diantara rekan-rekan desainer Web yang mengeluh ketika harus langsung berhadapan dengan klien, bagaimana tidak, ketika Ia sudah selesai mendesain sebuah situs Web, sang klien tiba-tiba minta mengganti desainnya dikarenakan kurang sesuai dengan keinginan klien.

Klien adalah konsumen yang membuat seorang desainer Web senang karena akan mendapat pekerjaan (dan uang tentunya), terkadang membuat kesal setengah mati karena permintaan mereka yang selalu berubah-ubah. Mengesalkan memang, bila kita berhadapan dengan tipikal klien yang sulit untuk diajak kerjasama, namun ada beberapa kiat untuk mengatasi klien sekaligus memotivasi kita agar dapat bekerja dan melayani klien sebaik mungkin. Tanyakan Apa Keinginannya Sebelum kita mulai membuat desain situs, lebih baik kita menanyakan terlebih dahulu bagaimana gambaran tampilan sebuah situs yang ingin klien Anda dapatkan. Anda bisa menanyakan warna dasar atau gaya desain (futuristik, elegan dan lain-lain) yang diinginkan klien. Tidak ada salahnya Anda juga menanyakan URL yang paling dia sukai beserta alasannya, kenapa klien menyukai situs tersebut, tentunya masih dalam konteks tampilan visual situs tersebut. Jawaban-jawaban yang Anda peroleh dapat menjadi bahan pertimbangan Anda dalam mendesain situs yang klien minta. Akan lebih baik bila Anda membuat semacam formulir isian yang berisikan mengenai informasi desain yang klien inginkan. Formulir ini akan membantu Anda dalam membuat desain yang sesuai dengan permintaan klien. Klien adalah raja, Anda menjadi pelayan dan penasihat Betul, pepatah lama mengatakan Pembeli (Klien) adalah raja. Tapi Seorang raja tidak akan dapat memerintah dengan baik bila tidak mendapatkan bantuan pemikiran dari sang penasihat. Andalah penasihat itu, berikanlah saran-saran dan alternatif lain bila permintaan yang klien minta memang menyalahi aturan (tidak umum). Misalnya, klien ingin membuat situs yang terkesan elegan namun dengan warna dasar ungu terang dan teks berwarna kuning, sampaikan pendapat Anda mengenai permintaannya itu, sampaikan pula masukan dan saran-saran warna alternatif lain supaya situs yang dibuat terkesan elegan. Berikanlah Beberapa Alternatif Desain Setelah Anda mengetahui keinginan klien, buatlah beberapa desain yang sesuai dengan keinginan klien, membuat 2 atau 3 alternatif tampilan lebih baik dari pada satu tampilan. Pada desain alternatif yang Anda buat, anda dapat menambahkan modifikasi-modifikasi yang akan membuat desain alternatif berbeda satu sama lain. Setelah selesai, perlihatkan pada klien dan biarkan ia memilih desain yang sesuai dengan seleranya. Ceritakanlah pendapat Anda mengenai masing-masing desain, misalnya dari segi navigasi, tata letak, kombinasi warna, dan lain-lain. Hal ini dapat membantu klien dalam mengambil keputusan untuk memilih salah satu desain yang Anda buat. Sikapilah dengan bijak perubahan yang ia inginkan Setelah desain siap di publish, tanyakan kembali apakah tampilan yang telah Anda buat sudah tetap atau apakah klien ingin mengadakan perubahan. Sikapilah dengan bijak dan sabar akan perubahan-perubahan yang ingin klien lakukan terhadap desain yang telah Anda buat. Siasati setiap perubahan yang klien inginkan agar tampilan tidak kacau, malah sebaliknya, buat perubahan tersebut supaya tampilan menjadi lebih baik. Tepati Tenggat Waktu Pembuatan Tenggat waktu telah disepakati sebelumnya. Maka kewajiban Anda adalah menyelesaikan desain tepat pada batas waktu yang disepakati. Hal ini akan memberikan kesan bahwa Anda serius dalam mengerjakan pesanan yang klien minta kepada Anda. Berikanlah Garansi Setelah desain situs selesai dibuat, katakan kepada klien Anda bahwa ia masih dapat merevisi tampilan sampai dengan jangka waktu yang Anda tentukan atau disepakati bersama klien. Bila deal dengan klien tertuang dalam sebuah surat perjanjian, cantumkan poin garansi dan tenggat waktu garansi dari desain yang telah dibuat. Bila Anda melayani klien dengan baik dan mereka sangat terkesan dengan pekerjaan Anda, maka percayalah, proyek desain selanjutnya akan jatuh ketangan Anda.